Ketika hembusan angin datang membawa kerinduan untukku terasa sangat dihati ini tentang dirimu karna disinipun aku sedang merindukan dirimu disana..
Sayang lihatlah dirimu begitu indah bagai paras-paras cantik yang setia menjadi bintang untuk bulannya terlihat indah dan manis saat aku melihatnya..
Bagiku tak penting seberapa besar pengorbanan yg dilakukan matahari yang tak pernah bertemu sang rembulan untuk tersenyum kearahnya...
namun dia selalu setia berikan separuh sinarnya untuk membuatnya indah agar dia tampak spesial di hadapan bintang….
sayang aku ingin punyai ketulusan seperti matahari...Selalu setia memberikan kebahagiaan untukmu agar dirimu tersenyum indah...
siang hari haus akan pancaran sinar matahari yang tak memancar dengan sempurna..
senja sorepun malu menyinari bumi, kala kerinduan menghampiri, tak ada satupun keindahan yang dapat aku lihat dan rasakan..
Terasa lelah langkah kaki memijak hanya
mengikuti alunan kerinduan, ketika jiwa yang teriris sepi menyambut raga yang tersipu mati..
ketika parasmu hadir dalam mimpi
merasuk kedalam halusinasi berdua menghabiskan rasa ini...
Hanya perasaan yang mampu mengerti
berharap kehadiranmu disisiku
memeluk erat dirimu dihati hancurkan rindu menjadi pertemuan, berdua menanti indah mentari hingga tercapai mimpi abadi sampai nanti maut yang kan mengakhiri kebersamaan kita...
Dan seperti itulah cinta kita, telah tercipta dalam satu cerita cinta di dunia ini yang akan selalu ku jaga dalam ikatan cinta...
Meskipun kini tiada sapa dipagi hari..
Tiada senyum disiang hari..
Tiada peluk disore hari..
Tiada kecupan saat malam hendak tenggelam..
Namun kuyakinkan cinta ini masih terus bersinar untukmu..
Meski kerinduan semakin melukis dirinya di kanvas penantian dan setiap bait kata tentang kerinduan yang terselip diantara tulisanmu akan menjadi pelipur rindu setiap detik nafasku disini...
Dirimu yang kurindu...
Tenanglah disana..
Aku disini setia menjaga cinta ini..
Seperti matahari kan terus menjaga bumi agar bercahaya...
Ketika alam beserta penyempurnaannya berjalan membuat masa yang kian menua untukku..
Riuh menebar genderang rindu, menyanyi diantara rasa yang tak bisa terungkap dengan kata..
hanya bisa mendengar, namun tak pernah bisa meraba..
Sejauh apa cinta ini merasuki aku..
Sayang dengarlah lantunan nyanyian rinduku untukmu, bersenandung bersama rembulan yang berwajah sendu diantara bintang yang tertutup mega mendung,saat hujan melengkapi kesendirianku...
Wahai jiwa yang aku nanti, dengarlah suara yang tak terdengar..
Lihatlah lukisan cintaku yang tak terbaca oleh mata..
Aku merindukanmu..
Seperti sang malam merindukan hadirnya bintang bintang...
Aku Menantikanmu..
Seperti bumi menantikan musim semi setelah sekian lama gersang...
Seperti mendengarkan nada yg tak berirama, tapi harus tetap aku dengar dan menjadi suatu kenikmatan yg tak pernah aku rasakan sebelumnya..
Dirimu yg mampu buatku tertawa dan bersedih secara bersamaan...
Buatku berfikir dan tersenyum dalam Satu waktu..
Dirimu juga yang kini membuatku memahami dan mengerti arti saling memiliki dalam detik yang selalu saja berganti...
Dirimu Benar – benar Mampu buatku selalu berfikir lebih jauh untuk mencuri waktu bersamamu..
Dirimu juga yg membuatku mencoba merasakan arti cinta sesungguhnya...
Akan sebanyak apa tentang dirimu…?
Saat dirimu nanti tak ada disampingku lagi..
Atau membuka apa yang tertutup..
Cinta adalah hukum dan obat bagiku..
Entah tersembunyi entah terbuka
Teramat bahagia dan bersyukur mataku yang menatapmu dirimu..
Wahai makhluk CiptaanNya yang penuh sempurna dan penuh pesona..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar