Tentang aku dan kamu..
Tentang hujan dan tanah..
Aku adalah hujan yang selalu meneduhkanmu..
Basahku yang meredamkan bara rindu dalam jiwamu..
Aku adalah gerimis yang selalu menyejukkanmu..
Rintikku menjadi iringan syahdu dalam lelapmu..
Kamu adalah tanah yang yang selalu setia menungguku..
Lapangmu untuk selalu menerima segala kurangku..
Kamu adalah jiwa titipan Allah yang selalu ada untukku..
Senyummu yang meleburkan segala duka, lelah dan resah gelisahku..
Aku dan kamu saat menjadi kita..
Ku nikmati hadirmu yang menyejukkan, kupeluk erat rindu yang bermekaran..
Lalu kupejamkan mata dan kubisikan pada sang angin bahwa aku bahagia meski tak selalu bersamamu sayang..
Karena raga akan berjumpa pada waktunya..
Ini tentang kita sayang..
Tentang kita yang dipisahkan waktu..
Tentang kita yang dipisahkan jarak..
Tentang kita yang dipertemukan takdir..
Tentang kita yang dengan indah dipertemukan senja..
Tentang kita yang menggantungkan harap pada Sang Maha Cinta..
Tentang kita yang pernah merindukan cinta sejati..
Tentang bagaimana saling menjaga..
Menjaga pelukan ini tetap erat..
Menjaga tatap mata ini tetap lekat..
Menjaga kecupan ini tetap hangat..
Menjaga belaian ini tetap lembut..
Kukatakan padanya "Titip rindu yang manis lewat gerimismu ya.."
Jatuhlah dikota kekasihku, katakan pada kekasihku lewat hembusan angin yang membelai lembut pipinya..
Dinginkan segala resahnya dan bisikkan lewat rintikmu yang tenang jika disini bidadarinya baik-baik saja meski rindu menghujamnya dengan keras..
sayang..jika hujan turun dikotamu, maka saat itu aku sedang menjumpaimu pangeranku..
Tentang kita yang dibiarkan jatuh pada kedalaman hati yang mencinta..
Hujan..menceritakan tentang cinta..
Tentang cinta yang dibiarkan tumbuh menjadi satu dalam rasa yang utuh..
Hujan..juga menuliskan tentang duka..
Tentang duka yang dibiarkan nestapa dalam diam merindukanmu..
Hujan..mengingatkan tentang asmara..
Tentang asmara yang dibiarkan ada dalam hati, kekal menetap dalam jiwa..
Seperti hujan yang jatuh ke bumi, ia tabah menerima takdirnya..
Hujan selalu jatuh menghempas tanah..
Hancur menjadi ribuan percikan..
Terpisah satu sama lain berkejauhan..
Namun, karena suatu perjalanan ia akan bermuara menemui kekasihnya yang lama terpisahkan..
Dengan tabah kuhadapi perpisahan..
Dengan tekad ku jemput janji pertemuan dan kita akan bermuara pada satu tujuan yaitu berbahagia selamanya bersamamu..
Langit nampak jingga kemerahan..
Siang dan malam hendak bertemu..
Garis waktu yang telah ditakdirkan..
Senja punya rasa yang berbeda..
Terang dan gelap mulai beradu..
Menciptakan hangat setiap detak jiwa..
Memintal rindu menjadi selimut temu..
Sayang..ditepian pantai ini aku berdo'a agar putaran waktu dapat berlari cepat hingga waktu bertemu denganmu tiba secepatnya..
Cintaku untukmu bagaikan garam dilautan tidak terlihat oleh mata namun akan selalu ada selamanya..
Sebab denganmu, ada tenang yang tak bisa dielakkan oleh hati..
Mendekatlah, rasakan harum aroma cinta kita yang mulai merebak..
Genggamlah harap kita berdua, kita ciptakan rasa manis yang tiada tara..
Kunikmati setiap detik yang berputar diantara lengkung bibirmu..
Kurayakan degup degup hati yang kian meriah..
Kupeluk erat setiap bahagia agar tiada waktu yang dapat merebutnya..
Satukan hatinya dan hatiku dalam anugerah cinta suci-Mu..
Ya Rabb..
Satukan jiwanya dan jiwaku agar belenggu rindu tak mengganggu walau terpisah jarak dan waktu..
Aku teramat sangat mencintainya..
Aku teramat sangat menyayanginya..
Dan yang aku inginkan hidup bersamanya hingga nyawa tercabut dari raga..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar